Google Maps bukan sekadar aplikasi penunjuk jalan. Di balik prediksi kemacetan dan estimasi waktu perjalanan, terdapat kombinasi data lokasi, informasi lalu lintas real-time, pola historis, machine learning, dan teknologi Graph Neural Network. Dengan mempelajari bagaimana kondisi jalan berubah dari waktu ke waktu, Google Maps dapat memperkirakan kemungkinan kemacetan dan memilih rute yang paling efisien
Smartphone modern tidak hanya mengandalkan sensor dan lensa untuk menghasilkan foto. Melalui computational photography, berbagai frame dapat ditangkap, disejajarkan, digabungkan, dan diproses menggunakan algoritma serta machine learning untuk mengurangi noise, mempertahankan detail, dan meningkatkan dynamic range. Inilah alasan mengapa foto dari smartphone dapat terlihat lebih baik daripada yang kita duga dari ukuran hardware-nya.
Notifikasi aplikasi bukan sekadar pengingat di layar smartphone. Di balik setiap pesan, terdapat sistem yang memanfaatkan data pengguna, personalisasi, algoritma, dan analitik untuk menentukan siapa yang menerima notifikasi, kapan pesan dikirim, serta bagaimana pesan disusun. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, tetapi juga dapat memengaruhi cara kita mengambil keputusan dan berinteraksi dengan aplikasi.